Hari ini, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi dan Ma'aruf Amin secara resmi mengumumkan para menteri yang siap bekerja di kabinet Indonesia maju periode 2019 hingga 2024.



Ada nama lama tetapi ada pula nama baru. Pertama kali mendapat daftar nama ini, aku tidak percaya karena masih ada Yasonna Laoly - Menkumham yang belum juga sebulan mengundurkan diri karena terpilih jadi anggota DPR RI. Aku berdebat dengan temanku, nggak mungkin ada dia karena sudah mengundurkan diri.

Namun, berdebat tanpa bukti juga sulit. Akhirnya mulai berselancar dan membaca berbagai informasi dari media massa. Nyatanya, orang yang jelas-jelas telah mengundurkan diri beberapa hari sebelum masa jabatan habis demi jadi anggota DPR RI tetap dipilih lagi. 

Rasa tak percaya kembali menyeruak ketika melihat ada dua nama Prabowo. Ada Prabowo Subianto di menteri pertahanan dan Edhy Prabowo di kementrian kelautan dan perikanan. Prabowo Subianto ini tak lain adalah mantan rival presiden terpilih sekarang. Nama mantan Kapolri, Pak Tirto Karnavian juga ternyata dipilih jadi seorang menteri (semoga catatan di buku merah yang dihilangkan soal kasus aluran uang itu tidak nyata ya, pak)

Muncul pertanyaan. Apakah memang kabinet ini adalah ajang bagi-bagi kursi? Seperti sia-sia saja yang Mei lalu tidak percaya hasil pilpres hingga ada demo besar-besaran hingga berakhir ke pengerusakan fasilitas umum dan juga kericuhan di beberapa daerah di Indonesia.

Perasaan sedih kembali menghampiri ketika nama menteri kebanggaan kita tidak muncul di jajaran kabinet, Ibu Susi Pudjiastuti. Bahkan twitter sempat trending mencari ibu Susi yang tak tampak di istana apalagi ikut lesehan saat pengumuman menteri. Sementara Luhut, ternyata masih pada posisi aman dan di tempat lamanya. Tapi bapak abadi, Pak Wiranto tidak masuk dalam jajaran ini, beneran pensiun ?

Dengan jajaran nama tersebut dan berbagai penelusuran yang ada serta kebijakan-kebijakan sekarang rasanya agak jauh dari kata optimis Indonesia Maju itu maju negaranya karena perkembangan baik. Apalagi korupsi dibiarkan merajalela.

Ah, semoga saja kabinet Indonesia Maju ini bukan maju korupsinya dan maju bagi-bagi keuntungan pribadi demi keuntungan sebagian kelompok saja. 

Harapanya, memang Indonesia Maju: Maju kwalitas SDM-nya. Maju pemberantasan Korupsinya dan Maju penanganan kasus Narkoba serta Intoleransi di negeri ini.

Selamat bekerja - Indonesia Maju


No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib