Upaya Melahirkan Konten Kreator Muda untuk Perdamaian


Puluhan anak muda berbondong-bondong memasuki ruang meeting di zoom, meski itu adalah hari libur tetapi mereka tampak antusiuas untuk berkumpul di ruang yang sama meski hanya bisa saling menatap dari rumah masing-masing. Hari itu adalah tepat tanggal 31 Oktober 2020 dan di siang hari pukul 2 siang, sebenarnya ini waktu yang tepat untuk tidur siang. Tetapi justru mata mereka tertuju pada apa yang ditampilkan dari layar masing-masing.

Belajar memahami kerangka pikir kebhinekaan menjadi hal pertama yang didapati ketika memasuki zoom meeting tersebut. Di era sekarang memang belum memungkinkan untuk bertemu langsung dan belajar bersama. Namun, anak muda yang mengikuti materi tersebut dapat memahami bagaimana berpikir dengan mengedepankan kebersamaan. Berpikir terbuka adalah kunci dari segalanya, apalagi ketika kita berusaha untuk bisa menerima individu maupun kelompok yang kita anggap berbeda.


Dasar-dasar pemahaman ini dirasa sangat penting bagi anak muda karena banyak kasus intoleransi terjadi di negeri ini secara berulang. Menanamkan nilai atau sebagai pengingat Kembali bagi orang muda untuk terus menerima sesama tanpa harus membedakan. Fenomena ini sangat menarik karena ternyata masih banyak anak muda yang peduli dengan isu-isu ini dan mau belajar bersama. Ini menunjukkan ada harapan besar bagi Indonesia untuk terus menyemarakkan berbeda-beda tetapi tetap satu.


Ketika pemahaman soal toleransi mulai masuk dan dijadikan sebagai refleksi bagi anak muda, berikutnya adalah bagaimana teman-teman sekitar mereka juga bisa terlibat dan mendapatkan pehaman dari apa yang sudah mereka dapatkan. Di era digital ini, sosial media menjadi lahan yang sangat subur untuk menyebarkan berbagai nilai, tergantung dari kita apakah mau membagikan yang positif maupun negative. Inilah yang dilihat oleh SADAP INDONESIA, YIFOS dan juga YAYASAN SAKA dengan mengadakan workshop dan training bagi anak muda.


Setelah nilai ditanamkan atau diingatkan Kembali kemudian kita juga bisa menyebarkan itu lewat konten yang kita buat. Hanya menggunakan smartphone, setiap orang bisa menyebarkan rasa persaudaraan, berbela rasa dan juga nilai-nilai berdasarkan HAM dan toleransi. Tidak perlu ribet, semua ada di genggaman. Itulah yang dilakukan oleh SADAP INDONESIA dengan semua peserta yang sudah memutuskan untuk terlibat dalam kegiatan Youth Creator for Peace Campaign.

Puluhan anak muda yang terlibat merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini, apalagi diskusi yang dibangun dapat membuka pikiran masing-masing peserta yang tediri dari latar belakang agama, suku, jenis kelamin hingga usia. Bahkan, daerah mereka juga berbeda-beda sehingga memungkinkan untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Para peserta tersebut meminta agar ruang-ruang belajar seperti ini terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak orang lagi agar banyak anak muda yang mau dan terlibat sebagai agen perdamaian di Indonesia. 


No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib