Ulil Abshar Abdalla: Mencintai Tuhanmu, Mencintai Tetanggamu

Isa Oktaviani
By -
0

Ulil Abshar Abdalla: Mencintai Tuhanmu, Mencintai Tetanggamu


Cendikiawan muslim Ulil Abshar Abdalla mengatakan bahwa dokumen yang bernama common word sangat bersejarah karena mengenalkan 2 konsep penting. Pertama, konsep mencintai Tuhan, Love of God. Kedua, Love of Neighbor, mencintai tetangga kita atau orang di sekitar kita. Kedua konsep ini kemudian diadopsi dalam resolusi PBB dan dijadikan dasar World Interfaith Harmony Week.



Hal itu disampaikan pengampu Ngaji Ihya’ ini dalam peringatan Pekan Harmoni Lintasagama Sedunia yang dihelat Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) bekerjasama dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Sabtu malam (20/2) secara daring.

Dua konsep ini menurut Ulil, penting, mencintai Tuhan dan tetangga. Kita, kata dia,  tidak cukup mencintai Tuhan saja.

“Yang jadi problem kadang-kadang adalah mencintai Tuhan mengorbankan manusia atau atas dasar cinta kita kepada Tuhan justru menyakiti manusia lain. Dokumen ini mau mengatakan bahwa atau semnagat hari ini adalah semangat mencintai Tuhan saja tidak cukup. Karena ia baru satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah mencintai tetangga kita,” terangnya.

Pengajardi  Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jakarta ini juga menjelaskan bahwa mencintai tetangga tidak berarti hanya mencintai tetangga kita yang satu agama karena mencintai tetangga yang satu agama itu mudah.

“Mencintai tetangga yang berbeda agama juga diperlukan. Itulah semangat dari perayaan kita malam ini yaitu cinta Tuhan yang sifatnya vertikal dan cinta pada tetangga yang sifatnya horizontal. Ini juga pengandaian, kita tidak bisa mencintai Tuhan tanpa mencintai tetangga. Itulah semangat yang seharusnya kita ingat terus menerus,” tandasnya.

Namun ia menyanyangkan, bahwa hari ini gaungnya tidak seperti peringatan internasional lainnya.

World Interfaith Harmony Week ini gaungnya belum semembahana dari hari-hari lainnya, seperti hari Buruh atau hari HAM. Untuk itu saya apresiasi ICRP mengadakan perayaan ini, meskipun terlambat. Saya kira hari ini harus diperingati setiap tahunnya,” pungkas pendiri Jaringan Islam Liberal yang pernah kuliah di Boston University, Massachussetts, AS., ini.

Dalam laman en.wikipedia.org, diulas bahwa World Interfaith Harmony Week adalah resolusi PBB untuk pekan kerukunan antaragama sedunia yang diusulkan pada 2010 oleh Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania . Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia jatuh pada minggu pertama bulan Februari setiap tahun  dan bertujuan untuk mempromosikan keharmonisan antara semua orang terlepas dari keyakinan mereka.

Pada tanggal 23 September 2010, Raja Abdullah II dari Yordania mengusulkan Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia pada Sidang Paripurna Sidang Umum PBB ke-65 di New York City . Dalam pidatonya Raja Abdullah berkata:

[Juga] penting untuk melawan kekuatan perpecahan yang menyebarkan kesalahpahaman dan ketidakpercayaan terutama di antara orang-orang yang berbeda agama. Faktanya adalah, umat manusia di mana-mana terikat bersama, tidak hanya oleh kepentingan bersama, tetapi oleh perintah bersama untuk mencintai Tuhan dan sesama; untuk mencintai yang baik dan sesama. Minggu ini, delegasi saya, dengan dukungan dari teman-teman kita di setiap benua, akan memperkenalkan rancangan resolusi untuk Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia. Yang kami usulkan adalah minggu khusus, di mana orang-orang di dunia, di tempat ibadah mereka sendiri, dapat mengekspresikan ajaran agama mereka sendiri tentang toleransi, menghormati orang lain dan perdamaian. Saya harap resolusi ini mendapat dukungan Anda.

Pada tanggal 20 Oktober 2010, Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania , Penasihat Khusus dan Utusan Pribadi Raja Abdullah II dan penulis resolusi, mempresentasikan proposal untuk Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia di hadapan Sidang Umum PBB di New York di mana hal itu diadopsi. bulat.

Dasar Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia adalah Prakarsa Kata Bersama yang ditulis oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan dirilis pada tahun 2007. Prakarsa Kata Bersama dan Pekan Harmoni Antar Agama Sedunia berasal dari gagasan bahwa umat manusia terikat bersama oleh keduanya. berbagi perintah ‘Cinta Tuhan dan Cinta Sesama’ atau ‘Cinta yang Baik dan Cinta Sesama’. [AN]

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)