Review

Post Page Advertisement [Top]

Perayaan kecil setelah sidang skripsi

Mengakhiri masa kuliah untuk menyandang gelar menjadi nutrisi mengairahkan bagi banyak orang. Tidak hanya dia tetapi seluruh keluarga besar ikut bahagia, setelah menunggu bertahun-tahun akhirnya saat itu tiba juga.

Gelar sarjana atau diploma siap digenggam, akan menghujam dan menemani di manapun dia berada. Waktu mendapatkan juga bervariasi, ada yang 3 tahun, 4 tahun, bahkan 7 tahun atau mendekati waktu drop out. Semua itu tidaklah masalah, ini hanya soal waktu saja.

Para pejuang gelar, tidak semata ingin menyandangnya tapi ini dijadikan langkah pasti mengejar pekerjaan yang lebih baik. Tapi ada pula yang justru merubah pola pikirnya, mulai dari yang apatis tapi karena biasa dijajali bacaan atau diskusi apik hingga dia mampu berpikir kritis dan gelar sarjana bukan unggulan, IPK bukan standard dirinya tetapi kemampuan dan kebermanfaatan kepada masyarakatlah yang jadi keutamaan.

Manusia memang bermacam-macam, kalau cuma semacam tidak baik juga. Harus beragam dan banyak warna sehingga hidup ini komplit dan asik. Tapi, untuk perhelatan menerima gelar itu ada hal-hal yang harus dilewati. Keluarga maupun tetangga tidak mengenal kamu sudah sidang atau belum sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan di Universitas, tetapi wisuda. Ya, wisudalah jadi patokan kamu telah berhasil menyandang sarjana atau diploma.

Persetan dengan kapan sidang atau bagaimana bentuknya, yang kita tau wisuda itulah bukti kamu bukan mahasiswa lagi saat ini, kecuali nanti melanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, demi si manis bernama wisuda ini, tentu ada nilai yang harus dikeluarkan, meski perhelatannya hanya sehari penuh ( Yudiusium setengah hari dan seremonial wisuda setengah hari) tapi tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Sekarang, mari kita coba hitung-hitung.

Saya akan mulai dengan calon wisudawan perempuan (tidak bermaksud sexis tapi ini riil yang dialami). Bagi seorang perempuan, ia akan sibuk menyiapkan bahan untuk kebaya, tempat dandan, sepatu, dan tas.
Bahan kebaya dan rok kisaran harga mulai dari 200.000 (dua ratus ribu rupiah) hingga jutaan, ini tergantung dari kemampuan masing-masing. (Saya dapat harga 260.000)
Kemudian akan bayar jasa penjahit dengan kisaran harga mulai dari 200.000  (dua ratus ribu rupiah)  sampai jutaan juga. (Saya dapat harga 250.000)

Jadi untuk setelah kebaya minimal 510.000,-
Kebaya bisa saja sewa dengan harga mulai dari 100.000 tapi tidak menjamin sesuai dengan ukuran tubuh dan model juga. Jadi, kebanyakan memilih untuk menjahit sendiri.

Harga sepatu kisaran 70.000 - 200.000 (saya memilih yang paling murah)
Harga tas kisaran 65.000 - 200.000 (saya memilih yang paling murah)
Jadi, tas dan sepatu kisaran 150.000,-

Sekarang lanjut ke make up. Ini kisaran harga 100.000/hari dan untuk paket Yudisium dan Wisuda mulai dari 200.000 - 500.000 (saya tentu memilih yang paling murah)

Make Up 200.000,-

Moment berharga sangat sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa foto dengan pencahayaan yang cetar. Jadi, harus pilih foto studio dan untuk paket wisuda kita mulai dari harga 250.000 - 500.000 (tergantung banyaknya kepala) untuk 30 menit pemotretan

Foto 250.000,-

Sekarang berlanjut kepada calon wisudawan laki-laki. Ya, secara pakaian memang mereka lebih simple. Stelan jas biasanya 200.000,- tapi bisa beli lelong alias barang bekas. Untuk jas itu harga 50.000,- (tapi kadang ada yang jual minimal 100k, ini harus jago cari yang harga murah dengan kualitas mantap, bisa di area Jeruju atau Pasar Tengah, tanya setiap toko, mereka beri harga bervariasi setiap tempat). Sedangkan celana kain itu harganya 35.000 dan sama juga dengan harga kemeja putih. Kalau lagi rejeki baik, biasa hanya 25.000,-

Jadi, setelan jas minimum 110.000,-
Kalau beli baru semua, minimal sih 500.000,-
Harga sepatu minimal 100.000

Mari kalkulasikan

Untuk perempuan
Setelan Kebaya 510.000,-
Sepatu dan tas 150.000,-
Make up 200.000,-
Foto 250.000,-
Toga 170.000,-
TOTAL 1.280.000,- (Satu juta dua seratus delapan puluh ribu rupiah)

Untuk Laki-laki
Setelan jas 110.000
Sepatu 100.000,-
Foto 250.000,-
Toga 170.000,-
TOTAL 630.000,- (Enam ratus tiga puluh ribu rupiah)

Tapi, angka ini akan berubah ketika dia memilih beli barang baru. Tinggal dikalkulasikan saja. Bagi saya, lelong cukup baik karena kualitas lebih bagus tetapi harga murah meriah.

NB : Ini belum termasuk biaya untuk orangtua. Jika ibu melakukan hal serupa dengan wisudawan perempuan maka dikalikan dua dan ditambah dengan biaya ayah serupa dengan wisudawan laki-laki hanya dikurangi biaya toga saja dan foto studio include 1 keluarga.
Ini juga belum termasuk biaya transport, penginapan dan makan.

Itulah taksiran biaya yang harus dikeluarkan untuk yang akan wisuda sehingga dari sekarang bisa mulai menabung dan boleh menghilangkan bagian-bagian yang dianggap tidak perlu dan juga bisa saja menambah list lain.

Semua angka yang tertera tersebut bukan asal-asal saja tetapi berdasarkan survey di lapangan karena ini dialami langsung oleh saya. Dan beruntung untuk angkatan saya tidak membayar uang wisuda ataupun syukuran karena sudah termasuk dalam biaya semesteran yang ditarik dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). Akan berbeda angkanya dengan mereka yang membayar uang wisuda maupun syukuran dari kampus.

Serentetan ini akan dilewati karena kebanyakan orang tua ingin mendapat moment seperti ini. Saya akan mengulas lebih banyak di tulisan berikutnya alasan kenapa wisuda wajib dilakukan.

1 comment:

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib