Nyanyian Sunyi MI Darussalam

Isa Oktaviani
By -
1


Nyanyian Sunyi MI Darussalam. Mentari menyambar sangat kencang kala temanisa.web.id  dan tim menyambangi sebuah sekolah yang terletak tak terlalu jauh dari pusat Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat.

Terletak di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, di sana tempat persekolahan Darussalam berdiri. Tidak hanya ada Sekolah Dasar (MI), tetapi dari gedung lainnya terdapat Sekolah Menengah Pertama (MTs). Puluhan anak-anak melabuhkan diri demi mengencap bangku sekolah.

Semangat ditebarkan meski jauh dari orang tua. MI dan MTs Darussalam ini menaungi anak-anak panti asuhan yang berada tidak jauh dari sekolah tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Barat bahkan ada pula yang di luar Kalbar, tetapi memang lebih banyak dari Kalbar.

Anak-anak dari berbagai kabupaten dan kota ini harus menjalani hari mereka di sebuah daerah cukup terpencil. Tiada keramaian yang datang kecuali gelak tawa mereka sendiri. Meski di sekitar ada masyarakat tetapi tidak cukup mampu membuat keadaan menjadi lebih ramai.

Jika diliat sekilas, bangunan kecil memanjang itu jauh dari kata layak. Kantor guru hanya berukuran kurang lebih 4 x 4 meter dengan sekat satu ruangan kecil di dalamnya. Di situ juga macam-macam buku di tumpuk baik di atas meja maupun rak-rak kecil. Tidak tampak ada perpustakaan di sekolah ini, hanya ada buku pelajaran di ruangan guru.

Ruang kelas lebih memprihatinkan lagi, ruangan yang hanya berukuran kurang lebih 2 x 2.5 meter tersebut harus di huni setidaknya 12 orang anak. Meja kursi ada yang patah dan reot, usang telah merenggutnya bersama gulir waktu. Papan tulis tak mau kalah usangnya, beberapa bagian sudah pecah tetapi tetap digunakan demi terlukisnya semua mata pelajaran yang diberikan oleh guru.

Setiap kelas di sekat dengan papan tetapi ada diberi ruang gerak sebagai pintu sambung sehingga menjadi lalu lintas suara. Antar kelas sangat mudah mendengar suara dari kelas lainnya, keadaan ini tentu membuat anak-anak kurang fokus belajar.

Namun, di balik keterbatasan buku dan fasilitas, tak pernah membuat pudarnya semangat para murid untuk mengecap ilmu yang ditebar para guru. Vira, satu di antara murid tersebut mengatakan tidak masalah dengan semua yang diberikan sekolah. Akan tetapi, sikap penerimaan Vira ini bukan karena semata ia senang dan mau saja. Dengan sayup ia mengatakan, "Di sini semua gratis, saya dari keluarga berkekurangan," kata Vira dengan suara sedih.

Tapi, bagi anak MI Darussalam ini, meski keadaan harus seperti ini, dirinya tetap mendapat pendidikan, itu lebih dari kata cukup. Orangtuanya hanya seorang buruh bangunan di salahsatu kecamatan di Kota Pontianak, sehingga tidak memiliki uang yang cukup untuk mengantar Vira ke sekolah dengan fasilitas lengkap seperti anak lainnya. MI Darussalam telah memberi Vira pendidikan gratis dengan sarana apa adanya.

Di sisi lain, Bu Agus sebagai kepala sekolah MI Darussalam mengatakan bahwa sekolah ini tidak ada donatur kecuali dana BOS dengan jumlah seadanya, guru di sana hanya di bayar sekitar 200.000 hingga 300.000 satu bulan. Tidak banyak tenaga pengajar yang mengabdikan diri di sekolah tersebut karena selain jarak tempuh yang cukup jauh, gajinya tergolong sangat kecil.

Menurutya, selama ini memang jarang ada yang memberi bantuan, selama berdiri hingga hampir sepuluh tahun, baru ada 2 kali bantuan hadir dengan memberi kebutuhan anak-anak seperti buku dan tong sampah. "Sekolah ini memang jarang di beri bantuan, ini adalah bantuan kedua (Bakti sosial dari volunteer Pontianak," paparnya.

Padahal, pendidikan adalah pintu terbaik untuk membuka cakrawala, memang ada orang yang dapat meraih sukses bahkan membuat perubahan tanpa harus mengecap pendidikan tinggi, tetapi tidak banyak. Sementara, pendidikan sangat dibutuhkan oleh anak-anak, baik mereka yang berkecukupan maupun tidak. Sebab, pendidikan adalah hak segala bangsa.

Tidak hanya MI Darussalam yang memiliki fasilitas pendidikan minim, masih banyak sekolah di seluruh penjuru Kalimantan Barat yang jauh dari kata berkecukupan sehingga membutuhkan kepedulian dari sosok yang mulia hatinya untuk membantu keberlangsungan pendidikan khususnya di Kalbar. Bantuan tersebut dapat disalurkan dengan berbagai cara, misalnya memlalui organisasi yang peduli terhadap pendidikan.

Terkhusus untuk para donatur yang tergerak hati untuk berbagi sedikit rejeki bagi anak-anak di MI Darussalam, dapat datang langsung ke sekolah, bertemu dengan para guru di sana atau mengirimkan komentar di postingan ini, tim Volunteer akan membantu mempertemukan dan menyalurkan bantuan tersebut. Mari bersama kita berjuang untuk pendidikan Kalbar yang lebih baik.

Untuk melihat keadaan sekolah tersebut, dapat ditonton dalam video berikut ini


Post a Comment

1Comments

Post a Comment