Review

Novel Yorick : Kemenangan Milik Mereka yang Terus Berjuang


- Nothing impossible in the world, when you never give up - sebuah istilah sempurna untuk menggambarkan goresan manis Kirana Kejora dalam novelnya yang berjudul Yorick. Karya epik ini semakin menarik karena diangkat berdasarkan kisah nyata dan orang Indonesia. Betapa bangganya kita karena dengan lahirnya novel ini saya yakin akan membangkitkan semangat yang luar biasa terutama untuk kita yang saat ini sedang merasa jatuh dan sulit bangkit lagi  !



Sinopsis Novel

Kisah seorang anak, Yorick namanya dari kaki Gunung Sawal, Panjalu, Ciamis. Hidup seadanya bersama seorang nenek bernama Nenek Encum di gubuk kecil sederhana. Mengurus Yorick kecil dengan keadaan serba sederhana membuat kehidupan mereka dipenuhi dengan pepatah dan kalimat-kalimat penguat. Kejujuran dan kegigihan adalah dua hal yang tak perpisahkan dari kedua sosok manusia ini. Novel ini diangkat dari kisah nyata yang dituliskan oleh Kirana Kejora. Dengan kegigihan dan modal kekuatan mental akhirnya membawa Yorick menjadi seorang yang sukses. Dia merupakan pendiri dari PT. Nevsky Prpspekt Indonesia.


Tentang Perjuangan

Membaca novel karya Kirana Kejora ini seolah melemparkanku di kejadian delapan belas tahun lalu. Setiap hari saya dan teman sebaya mengintari hutan untuk mencicipi bangku sekolah. Tahun 2001, perdana menggunakan seragam putih merah lengkap dengan dasi dan topi serta tas. Awal sekolah mungkin terlihat sempurna, tahun ketiga mulai rusak dan akhirnya ke sekolah kadang menggunakan tas dari karung, baju seragam sobek, rok hanya diikat dengan tali rafia. Tapi, semua kekurangan itu tidak membuat kami, anak-anak kampung lantas menyerah. Sekarang banyak yang sudah menjadi sarjana, penguasa, pegawai dan pejabat daerah. Syukurlah, kita patut berbangga !

Tentang perjuangan, Yorick adalah sosok yang mungkin tiada tandingnya. Dari novel ini kita bisa menyimpulkan bahwa : Tidak ada kata menyerah sebelum mencoba. Ada banyak kejadian yang membuat Yorick kecil harus tahan diterjang ombak besar. Saya sendiri mungkin tidak akan kuat bertahan dengan semua cobaan yang ada. Ternyata, bukan hanya perihal seragam sekolah, tas maupun sepatu kekurangan Yorick, seperti masa kecil kami tetapi masih banyak hal lagi.

Jika kita baru gagal sekali saja langsung menyerah, pasti akan malu dengan Yorick yang bahkan dia sendiri tidak paham apa itu menyerah. Tentang perjuangan Yorick dilukiskan oleh Mba Kirana Kejora ini amat rapi dan mampu menggugah emosi bahkan semangat kita untuk tidak gampang menyerah.  Yorick tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan pantang menyerah tidak lain karena peran Nenek Encum. Ketangguhan inilah yang mengantarkan Yorick pada pintu kesuksesan.

Apa sih yang dilakukan nenek Encum kepada Yorick ? Bagaimana Yorick kecil hingga dewasa dan menjadi sosok yang tangguh ? Siapa saja orang-orang yang berperan dalam kesuksesannya?
Yorick juga punya kisah cinta yang cukup rumit. Dengan siapa dia pernah menjalin kasih dan gimana akhir cerita mereka?
Pasti penasaran kan? Yukk, baca novel yang hanya 346 halaman ini agar semua pertanyaan itu akan terjawab.


Yorick dan Kita

Membaca Novel Yoricks eperti melihat diri sendiri. Ya, setiap orang berhak sukses tanpa melihat bagaimana keadaannya. Entah kurang finansial atau dari keluarga yang berantakan. Apapun itu tidak menjadi penghalang, satu yang terpenting adalah pantang menyerah.

Dalam novel ini sangat menyentuh hati dengan kekuatan Nenek Encum merawat bahkan menjadi guru terbaik bagi Yorick. Cerita masa kecil Yorick yang diselimuti kemiskinan tak hentinya membuat saya menangis karena kisah ini amat dekat dengan kita bahkan kita lewati. Tapi, setiap orang berbeda cara penyikapannya sehingga tidak seperti yang dilakukan Yorick.

Orang seperti Yorick ini adalah sosok bermental baja, tidak pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba. Akhirnya, pepatah tua berlaku juga "Tidak ada proses yang menghianati hasil". Yorick benar-benar berhasil di bisnis IT. Dunia itu dikenal sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah secara tidak sengaja, dengan seduhan rasa penasaran kemudian semakin mengembangkan. Hingga dirinya di bangku kuliah juga tetap mendalami hal yang sama.



Novel ini juga tidak hanya memotivasi diri tetapi ada banyak hal yang dapat dipetik. Seperti persahabatan, dalam pertengahan cerita hingga akhir memang kental dengan nuansa persahabatan mulai dari sama-sama susah hingga bersama panen kebahagiaan. Sahabat adalah harta yang mesti terjaga. Ia tak hanya memandang, mendengar, namun juga merasakan. Halaman 283
Kemudian, tak kalah penting adalah pengabdian. Meski sering hanya diberi harapan oleh Nenek Encum, Yorick tetap patuh dan mengikuti apa yang dikatakan oleh orangtua semata wayangnya itu. 
Tak mau ketinggalan, soal percintaan. Ternyata Yorick adalah sosok yang setia, meski dicintai dua sosok wanita tetap dia memilih satu diantara mereka. Menariknya lagi, latar tempat di novel ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga Rusia.

Novel ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan terutama anak muda, kita yang sedikit-sedikit mengeluh akan ditampar keras dengan perjuangan Yorick. Tidak ada yang tidak bisa selama mau mencoba dan berusaha.

Saya menantikan filmnya rilis di bioskop.
Selamat membaca dan nanti sama-sama kita saksikan filmnya.

1 comment:

| Designed by Colorlib