Review Film Devil on Top : Menyaksikan Drakor ala Cinta Laura dan Angga Yunanda


"Disiplin, pekerja keras dan berpikir maju, itulah yang harus dimiliki untuk perkembangan kantor maupun usaha. Melakukannya dengan cinta maka akan lebih mudah dan tentu saja mampu menghasilkan yang luar biasa dan pemimpin (leader) harus memberi contoh kepada timnya"
--- DEVIL ON TOP ---


Judul          : Devil on Top
Genre        : Komedi Romantis
Durasi       : 1 jam 46 menit
Produser  : Manoj Punjabi
Sutradara : Anggy Umbara
Produksi   : MD Picture dan Umbara Brothers Film
Rilis           : 25 Juni 2021

Pemeran :
  • Angga Yunanda sebagai Angga
  • Cinta Laura Kiehl sebagai Sarah
  • Kenny Agustin sebagai Richard
  • Joshua Suherman sebagai Rudi
  • Lolox sebagai Boni
  • Roy Marten sebagai Firman
  • Ije Kurniawan sebagai Dimas
  • Kanasya Rahmadiah sebagai Aliyah
  • Al Gokhan FJ sebagai Bimo
  • David Saragih sebagai interviewers (Sandi Siregar)
  • Ryma Gembala sebagai Teh Diah

Sudah berapa lama ya tidak nonton film Indonesia lagi, kayaknya udah hampir setahunan ini deh. Tapi, berhubung akhir - akhir ini aku lagi suka banget sama Cinta Laura Kiehl, jadi aku follow instagram dia dan mengikuti kesibukan dari story maupun unggahan feednya. Sampailah dipromo film terbarunya berjudul Devil on Top yang akan tayang di tanggal 25 Juni 2021. Tapi, untuk bisa menyaksikan film tersebut, kita harus berlangganan Disney Hotstar+ dan aku sangat exited setelah nonton trailernya, aku membayangkan ini akan seperti drama korea, pasti seru, apalagi yang main Cinta dan Angga.

Hari Jumat tanggal 25 Juni 2021, aku langsung nonton film Devil on Top di aplikasi resminya dan setelah nonton, ini yang kudapatkan.

Alur Cerita
Cerita yang dibangun cukup menarik, kehidupan kantor di kota metropolitan di mana bosnya udah kayak iblis, kerjaan anak buah selalu tidak pernah benar dan diminta revisi dalam waktu singkat. Itulah yang membuat anak buahnya sangat tidak suka dengan si bos dan berencana untuk menjatuhkan bos ini. Dia adalah Sarah (Cinta Laura Kiehl) yang menjadi bos paling tidak disukai oleh karyawannya. Kekesalan memuncak sampai membuat para karyawan ini membuat taruhan untuk menjatuhkan si bos.

Mereka adalah Angga Yunanda (Angga), Lolox (Boni), Kenny Agustin (Richard) dan Joshua Suherman (Rudi), empat sahabat yang bekerjasama untuk menjatuhkan Sarah. Rencana berlanjut hingga akhirnya si Angga ditarik menjadi partner kerja Sarah yang membuat hubungan profesional menjadi personal. Angga akhirnya tahu kehidupan personal Sarah dan mematahkan pendapatnya tentang Sarah yang jahat dan tidak punya rasa kemanusiaan.

Adegan
Meski berbeda usia, chemistry Cinta Laura dan Angga Yunanda mampu membius kita hingga masuk dalam adengan mereka. Ini salah satu chemistry yang kuat banget dari banyaknya film Angga yang pernah aku tonton. Sesekali aku merasa itu ada di real life. Tapi, ada satu adegan yang aku paling suka di menit 38 - 37 menit terakhir (set di rumah Sarah). Adegan begini sangat jarang aku jumpai di film Indonesia, biasanya di film atau drama Korea aja. Film ini juga menyuguhkan satu adengan tak terduga di ruang fotocopy yang pasti membuat kamu mikir, "ah kok bisa film Indo kayak gini" (kalau di drakor sih, ini sangat biasa banget).

Tidak hanya Angga dan Cinta, chemistry pemain lain seperti Joshua, Lolok dan juga Kenny sangat menyatu, mereka menampilkan persahabatan yang saling melengkapi dengan perbedaan karakter tapi justru bisa menyatu dan menghadirkan cerita yang sangat menarik. Beberapa joke mereka juga cukup mengelitik dan sesekali aku tertawa.

Tapi, ada satu adegan yang buat aku tak berhenti tertawa, scene dimana Angga dan Cinta diinterview. Itu interview apa curhat, bund. Logat medan si interviewer membuat adegan makin renyah dan asik. 

Ending yang Dipaksakan
Durasi 1 jam 46 menit mungkin terlalu padat untuk menyajikan alur cerita yang mengalir dan nyaman dinikmati. Aku merasa ending film ini sangat - sangat dipaksakan karena bisa saja beberapa adegan bisa dieksplore supaya endingnya bisa lebih menarik. Rasanya sangat mustahil persoalan bisa selesai dalam sekejab dan sulit diterima. Rasanya, terlalu jauh melompat dan tidak masuk nalar. Terlalu terburu - buru sih menurutku, mungkin ada adegan penguat setelah Cinta dan Angga dikeluarkan dari kantor kemudian dibiarkan mengalir dengan cerita yang tajam, karena ending yang ditampilkan justru seperti FTV, kurang kuat dan simsalabim.

Meski begitu, film ini sangat disarankan untuk menemani waktu kosong kamu. Kita akan diingatkan bahwa tidak bisa menilai seseorang hanya dari apa yang kita lihat saja tanpa tahu dan kenal lebih dekat dengan dia. Selamat menyaksikan.


No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib